Sebuah suku adat di hutan hujan Amazon Brasil mengejutkan dunia medis setelah diketahui menggunakan ramuan herbal yang menunjukkan efek signifikan dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Ramuan ini dibuat dari akar, daun, dan kulit pohon lokal yang dirahasiakan identitasnya demi perlindungan budaya dan keanekaragaman hayati.
Peneliti dari Universitas São Paulo bersama WHO telah mengunjungi komunitas tersebut dan melakukan uji laboratorium awal yang menunjukkan hasil positif. Kandungan senyawa bioaktif dalam ramuan dipercaya mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan memperlambat penyerapan glukosa dalam tubuh.
Kini, kerja sama etis sedang dibangun untuk meneliti formula ini lebih lanjut, sambil tetap menghormati hak adat dan pengetahuan tradisional suku tersebut. Jika terbukti aman dan efektif, temuan ini bisa menjadi revolusi baru dalam pengobatan diabetes secara alami.