Filariasis atau kaki gajah adalah penyakit parasit menular yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Meski tergolong penyakit tropis yang bisa dicegah, filariasis telah menjadi penyebab utama kecacatan permanen di banyak wilayah Indonesia, khususnya di pedesaan dengan sanitasi buruk.
Penyakit ini menyerang sistem limfatik, menyebabkan pembengkakan ekstrem (biasanya di kaki), rasa sakit, infeksi sekunder, dan disabilitas jangka panjang. Dampaknya bukan hanya fisik, tetapi juga psikologis dan ekonomi.
Gejala awalnya sering tak terasa, namun seiring waktu, penderita mulai mengalami:
- Demam berulang.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
- Pembengkakan anggota tubuh (biasanya kaki atau skrotum).
- Kulit menebal dan mengeras seperti kulit gajah.
Penularannya terjadi secara perlahan melalui gigitan nyamuk berulang. Oleh karena itu, pencegahan masal dengan pemberian obat filariasis (POPM) menjadi strategi nasional. Program ini bertujuan untuk menghentikan siklus penularan sebelum terjadi gejala kronis.
Sayangnya, kesadaran masyarakat masih rendah, banyak yang tidak minum obat karena takut efek samping atau merasa sehat. Padahal, minum obat sekali setahun bisa menyelamatkan komunitas dari bencana kecacatan seumur hidup.